Rabu, 05 Juni 2019
Rabu, 24 April 2019
Kasus Delegasi Wewenang Pt.XL Axiata
PT. XL Axiata mengaku tak lagi memusatkan perhatian untuk meningkatkan banyak pelanggan dan kini lebih berkonsentrasi memaksimalkan layanan yang berkualitas.
“Supaya menarik minat banyak orang, kita perlu tingkatkan kualitas, sekalipun itu harus menaikkan harga. Kalau cuma harga murah dan trafik banyak, kualitas malah sulit terjaga,” ungkap CEO XL Axiata, Dian Siswarini saat sedang berbincang dengan awak media di Graha XL.
Menurut Dian, tidak akan efisien dan berguna jika hanya mementingkan kuantitas pelanggan dan tetap mempertahankan harga murah, sebab ia meyakini, hal itu berpotensi merusak kualitas layanan.
Ia juga mengungkapkan dua macam reaksi dari para konsumen terkait kenaikan harga layanan data yang kini sudah menunjang teknologi 4G LTE.
Menurut Dian, reaksi pertama datang dari pelanggan yang mementingkan nilai tinggi (high value segment), atau mereka yang memang membutuhkan koneksi mumpuni tanpa permasalahkan harga.
“Mereka merasa baik-baik saja soal harga layanan data yang tak lagi murah. Lain halnya dengan jenis pelanggan kedua, yaitu mereka yang cost-conscious (sadar biaya),” sambung Dian.
Tipe pelanggan kedua yang ia maksud adalah mereka yang masih sanggup berkompromi dengan koneksi lambat sedikit asalkan tarifnya tetap murah.
Karenanya, Dian menuturkan, perusahaan memberdayakan brand Axis untuk para pelanggan yang masih ‘perhitungan’ antara harga dan layanan data.
Axis memang diperuntukan untuk segmen pasar kelas menengah, sedangkan layanan XL lebih melayani pelanggan yang mengkonsumsi data besar. Sebagai contoh, kebanyakan pelanggan XL konsumsi datanya sudah di atas 2GB.
“Kami akan besarkan Axis. Kami sadar tak bisa hanya menggunakan satu brand saja, karena bisa sangat luas cakupannya. Jadi Axis akan tak akan kami ‘bunuh’,” jelas Dian lagi sembari tertawa kecil.
Dahulu sebelum diakuisisi, XL dan Axis adalah dua operator seluler yang bersaing. Awalnya ketika akuisisi ini rampung, XL berniat mematikan merek Axis. Namun Dian kala itu menyampaikan bahw brand equity yang mahal dan merek Axis yang kuat membuat operator ini urung melakukannya.
Merek Axis sendiri cukup mendapatkan tempat di beberapa daerah seperti Jawa Tengah dan Jawa Timur, serta kawasan Sumatera menjadi basis pengguna Axis yang kuat. Dian menyatakan, pihak XL sampai sekarang masih harus meningkatkan brand awareness Axis di daerah yang belum terjangkau oleh layanan yang ia akuisisi senilai US$ 865 juta itu.
(tyo)
ANALISIS
Dapat disimpulkan dari berita tersebut, bahwa PT XL Axiata sebenarnya ingin mematikan merek “Axis”. Akan tetapi CEO XL Axiata, Dian Siswarini, tidak akan mematikan “Axis” dikarenakan sadar tidak bisa hanya menggunakan satu brand saja. Hal ini dilakukan agar menyanggupi pelanggan kelas menengah dengan menggunakan Axis, sedangkan layanan XL lebih melayani pelanggan yang mengkonsumsi data besar.Olehkarena itu diambil sebuah keputusan untuk tidak mematikan Axis dan meningkatkan layanan Axis.
Jadi, keputusan yang telah diambil oleh CEO XL Axiata merupakan tipe keputusan terprogram dengan pengambilan keputuasan tingkat strategis karena didalam pengambilan keputusan memalui prosedur penanganan yang baku, dan pengambilan keputusan sesuai dengan golongan masyarakat yang nantinya akan menggunakan kartu perdana sesuai dengan keadaan baik menengah maupun kebawah. Dan Gaya pengambilan keputusan pun CEO memperoleh informasi yang diperlukan dari para bawahan dan menetapkan keputusan yang dipandang relevan
“Supaya menarik minat banyak orang, kita perlu tingkatkan kualitas, sekalipun itu harus menaikkan harga. Kalau cuma harga murah dan trafik banyak, kualitas malah sulit terjaga,” ungkap CEO XL Axiata, Dian Siswarini saat sedang berbincang dengan awak media di Graha XL.
Menurut Dian, tidak akan efisien dan berguna jika hanya mementingkan kuantitas pelanggan dan tetap mempertahankan harga murah, sebab ia meyakini, hal itu berpotensi merusak kualitas layanan.
Ia juga mengungkapkan dua macam reaksi dari para konsumen terkait kenaikan harga layanan data yang kini sudah menunjang teknologi 4G LTE.
Menurut Dian, reaksi pertama datang dari pelanggan yang mementingkan nilai tinggi (high value segment), atau mereka yang memang membutuhkan koneksi mumpuni tanpa permasalahkan harga.
“Mereka merasa baik-baik saja soal harga layanan data yang tak lagi murah. Lain halnya dengan jenis pelanggan kedua, yaitu mereka yang cost-conscious (sadar biaya),” sambung Dian.
Tipe pelanggan kedua yang ia maksud adalah mereka yang masih sanggup berkompromi dengan koneksi lambat sedikit asalkan tarifnya tetap murah.
Karenanya, Dian menuturkan, perusahaan memberdayakan brand Axis untuk para pelanggan yang masih ‘perhitungan’ antara harga dan layanan data.
Axis memang diperuntukan untuk segmen pasar kelas menengah, sedangkan layanan XL lebih melayani pelanggan yang mengkonsumsi data besar. Sebagai contoh, kebanyakan pelanggan XL konsumsi datanya sudah di atas 2GB.
“Kami akan besarkan Axis. Kami sadar tak bisa hanya menggunakan satu brand saja, karena bisa sangat luas cakupannya. Jadi Axis akan tak akan kami ‘bunuh’,” jelas Dian lagi sembari tertawa kecil.
Dahulu sebelum diakuisisi, XL dan Axis adalah dua operator seluler yang bersaing. Awalnya ketika akuisisi ini rampung, XL berniat mematikan merek Axis. Namun Dian kala itu menyampaikan bahw brand equity yang mahal dan merek Axis yang kuat membuat operator ini urung melakukannya.
Merek Axis sendiri cukup mendapatkan tempat di beberapa daerah seperti Jawa Tengah dan Jawa Timur, serta kawasan Sumatera menjadi basis pengguna Axis yang kuat. Dian menyatakan, pihak XL sampai sekarang masih harus meningkatkan brand awareness Axis di daerah yang belum terjangkau oleh layanan yang ia akuisisi senilai US$ 865 juta itu.
(tyo)
ANALISIS
Dapat disimpulkan dari berita tersebut, bahwa PT XL Axiata sebenarnya ingin mematikan merek “Axis”. Akan tetapi CEO XL Axiata, Dian Siswarini, tidak akan mematikan “Axis” dikarenakan sadar tidak bisa hanya menggunakan satu brand saja. Hal ini dilakukan agar menyanggupi pelanggan kelas menengah dengan menggunakan Axis, sedangkan layanan XL lebih melayani pelanggan yang mengkonsumsi data besar.Olehkarena itu diambil sebuah keputusan untuk tidak mematikan Axis dan meningkatkan layanan Axis.
Jadi, keputusan yang telah diambil oleh CEO XL Axiata merupakan tipe keputusan terprogram dengan pengambilan keputuasan tingkat strategis karena didalam pengambilan keputusan memalui prosedur penanganan yang baku, dan pengambilan keputusan sesuai dengan golongan masyarakat yang nantinya akan menggunakan kartu perdana sesuai dengan keadaan baik menengah maupun kebawah. Dan Gaya pengambilan keputusan pun CEO memperoleh informasi yang diperlukan dari para bawahan dan menetapkan keputusan yang dipandang relevan
Selasa, 02 April 2019
MENGKLASIFIKASIKAN KEGIATAN-KEGIATAN DALAM ORGANISASI YANG MASUK DALAM RUANG LINGKUP ORGANISASI & METODE
PT. SIDOMUNCUL Tbk.
Beberapa Keterangan dari Bagan Struktur Organisasi:.
A. Dewan Komisaris Dewan Komisaris melakukan pengawasan atas kebijakan pengurus, baik Perseroan maupun usaha Perseroan dan memberi nasihat kepada Direksi.
B. Direksi Direksi bertanggung jawab penuh dalam melaksanakan tugasnya untuk kepentingan Perseroan dalam mencapai maksud dan tujuannya. Setiap anggota Direksi wajib dengan itikad baik dan penuh tanggung jawab dalam menjalankan tugasnya dengan mengindahkan peraturan perundang-undangan yang berlaku dan Anggaran dasar Perseroan.
C. Direktur Utama Tugas dari Direktur Utama yaitu mengkoordinasi semua kegiatan yang berhubungan dengan ketenagakerjaan dan membuat peraturan bagi karyawan.
D. Komite Audit Komite Audit bertugas dan bertanggung jawab untuk:
Memberikan pendapat kepada Dewan Komisaris mengenai laporan atau hal-hal yang disampaikan oleh Direksi kepada Dewan Komisaris dan mengidentifikasi hal-hal yang memerlukan perhatian Komisaris.
E. Direktur Keuangan Tugasnya yaitu mengkoordinasi semua kegiatan keuangan, merencanakan anggaran perusahaan, membuat draf gaji dan menentukan kebijakan pengeluaran dan pemasukan perusahaan.
F. Manajer Produksi Manajer Produksi bertugas untuk membuat rencana produksi sesuai dengan target pemasaran. Bekerjasama dengan Laboratorium dalam pelaksanaan proses produksi.
G. Manajer R & D Tugasnya yaitu melakukan penelitian dan pengembangan produk baru, mengawasi pelaksanaan teknis dan kualitas produksi, menetapkan standar bahan baku dan produk jadi, serta membuat laporan internal produksi.
H. Manajer Keuangan Mengkoordinasi semua kegiatan dibagian keuangan, termasuk didalamnya membuat anggaran, diposisi transaksi keuangan, membuat laporan realisasi anggaran gaji, serta membuat laporan secara berkala untuk mengetahui perkembangan usaha yang dijalankan.
J. Manajer Akuntansi Tugasnya yaitu membuat laporan secara berkala untuk mengetahui perkembangan usaha yang dijalankan, membantu kepala bagian administrasi dalam membuat pembukuan baik dalam pembuatan faktur-faktur pembelian dan pemasaran barang dari perusahaan lain.
Selasa, 25 Desember 2018
CONTOH KASUS PADA PERUSAHAAN OJEK ONLINE
CONTOH KASUS PADA PERUSAHAAN OJEK ONLINE
BAB I
PENDAHULUAN
Meningkatnya kegiatan transaksi melalui elektronik mengakibatkan perlu adanya suatu pengendalian agar dapat mencapai tujuan yang diharapkan serta meminimalisir risiko yang mungkin timbul. Salah satu pengendalian yang dapat dilakukan untuk mengawasi kegiatan transaksi melalui elektronik adalah melalui pengendalian manajemen. Pengendalian manajemen memiliki ruang lingkup yang luas yang dapat dijadikan sebagai pedoman bagi pelaksanaan pengendalian bagi transaksi elektronik. Ruang lingkup pengendalian manajemen diantaranya:
1. Pengendalian Top Manajemen
2. Pengendalian Manajemen Pengembangan Sistem
3. Pengendalian Manajemen Sumber Data
4. Pengendalian Manajemen Keamanan
5. Pengendalian Operasional
Berdasarkan uraian di atas maka kami akan membahas mengenai pengendalian manajemen dengan study kasus pada Go-Jek, dimana Go-Jek melakukan suspend terhadap 7.000 driver yang terbukti melakukan order fiktif.
BAB II
PEMBAHASAN
A. Kerangkan Kerja Pengendalian Manajemen
Pengendalian Manajemen adalah semua usaha untuk menjamin bahwa sumber daya perusahaan digunakan secara efektif dan efisien untuk mencapai tujuan perusahaan. Pengendalian manajemen memiliki beberapa ruang lingkup diantaranya:
1. Pengendalian top management adalah sistem pengendalian intern yang ada pada suatu organisasi yang mendorong keterlibatan, kepedulian dan tanggungjawab pimpinan atas organisasi terhadap kegiatan teknologi pada organisasi tersebut. Top Management bertanggung jawab untuk membuat master-plan sistem informasi, meliputi rencana jangka panjang & jangka pendek. Penyusunan rencana meliputi 3 hal :
ï Mengetahui kesempatan dan masalah yang dihadapi organisasi sehingga teknologi informasi dan sistem informasi dapat digunakan secara efektif
ï Mengindentifikasi sumber daya yang diperlukan untuk menyediakan teknologi dan sistem informasi yang di perlukan.
ï Membuat strategi dan taktik yang diperlukan untuk memperoleh sumber daya tersebut.
2. Pengendalian Manajemen Pengembangan Sistem
Pengendalian, pengembangan dan pemeliharaan sistem diperlukan untuk mencegah dan mendeteksi kemungkinan kesalahan pada waktu pengembangan dan pemeliharaan sistem, serta untuk menperoleh keyakinan memadai bahwa sistem berbasis teknologi informasi dikembangkan dan dipelihara dengan cara efesien dan melalui proses otorisasi dengan semestinya.
3. Pengendalian Manajemen Sumber Data
Di dalam suatu sistem berbasis teknologi informasi, pengendalian sumber data yang baik adalah :
ï User harus dapat berbagi data
ï Data harus tersedia digunakan kapan saja, dimana pun, dan dalam bentuk apa pun.
ï Sistem manajemen data harus menjamin adanya sistem penyimpanan yang efisien tidak terjadi redundancy data , adanya data security.
ï Data harus dapat di modifikasi dengan mudah.
4. Pengendalian Manajemen Operasi
Pengendalian manajemen operasi merupakan jenis pengendalian internal yang didesain untuk pengelolaan sumberdaya dan operasi TI pada suatu organisasi. Pengendalian manajemen disusun dengan tujuan untuk menciptakan kerangka kerja organisasi, pendayagunaan sumber daya informasi, dan pembagian tugas yang bai bagi suatu organisasi yang menggunakan sistem berbasis teknologi informasi.
5. Pengendalian Manajemen Keamanan
Pengendalian internal terhadap manajemen keamanan dimaksudkan untuk menjamin agar aset sistem informasi tetap aman. Aset sumber daya informasi mencakup fisik (perangkat mesin dan fasilitas penunjangnya) serta aset tak berwujud (non fisik, misalnya data/informasi, dan program aplikasi komputer)
B. Kasus: Pemecatan 7000 Karyawan Go-Jek
1. Sejarah Go-Jek
GO-JEK merupakan sebuah perusahaan teknologi asal Indonesia yang melayani angkutan melalui jasa ojek. Perusahaan ini didirikan pada tahun 2010 di Jakarta oleh Nadiem Makarim
Tujuan Nadiem Makarim mendirikan GO-JEK adalah untuk meningkatkan kesejahteraan pekerja di berbagai sektor informal di Indonesia. GO-JEK telah bermitra dengan sekitar 200.000 pengendara ojek yang berpengalaman dan terpercaya di Indonesia, untuk menyediakan berbagai macam layanan, termasuk transportasi dan pesan antar makanan. Kegiatan GO-JEK bertumpu pada tiga nilai pokok: kecepatan, inovasi, dan dampak sosial. Para Driver GO-JEK mengatakan bahwa pendapatan mereka meningkat semenjak bergabung sebagai mitra, mereka juga mendapatkan santunan kesehatan dan kecelakaan, serta mendapat akses ke lebih banyak pelanggan melalui aplikasi GO-JEK.
GO-JEK telah resmi beroperasi di 10 kota besar di Indonesia, termasuk Jakarta, Bandung, Bali, Surabaya, Makassar, Yogyakarta, Medan, Semarang, Palembang, dan Balikpapan dengan rencana pengembangan di kota-kota lainnya pada tahun mendatang.
2. Cara Melamar Menjadi Mitra Go-Jek
ï Syarat Daftar Go-Jek
Syarat yang harus dipenuhi bagi calon pelamar pekerjaan menjadi mitra Go-Jek adalah harus menyiapkan dokumen-dokumen yang dibutuhkan iantaranya: fotokopi KTP, SIM C, STNK, KK; surat keterangan domisili apabila KTP dan tempat tinggal berbeda; jaminan asli bpkb/ ijazah terakhir/ KK/ Akte Lahir/ Buku Nikah; usia maksimal 55 tahun; pendidikan terakhir SMP; serta saat akan mengikuti seleksi diharapkan membawa motor dan memakai sepatu.
ï Cara Daftar Go-Jek
Terdapat beberapa cara agar bisa menjadi mitra Go-Jek yaitu:
a. Mendaftar go-jek saat ada pembukaan lowongan driver go-jek
b. Cara Melamar Go-Jek Lewat e-mail Go-Jek
3. Sistem Pembayaran Go-Jek
a. Sistem bagi hasil
Go-Jek menerapkan sistem bagi hasil 80:20. Artinya, 80 persen buat driver, sedangkan pengelola Go-Jek mendapat jatah 20 persen saja. Seandainya dapat order dengan tarif Rp 100 ribu, berarti Rp 80.000 masuk kantong driver. Pengusaha Go-Jek hanya mendapatkan Rp 20.000. Meski terdapat sistem bagi hasil, umumnya pelanggan Go-Jek lebih banyak daripada pengojek pangkalan. Dikarenakan pengemudi Go-Jek bisa selalu memantau layar hp untuk mencari pelanggan yang lagi ingin order. Pelanggan dari Go-Jek ini bisa lebih banyak dari pelanggan ojek pada tukang ojek pangkalan.
b. Asuransi gratis
Pegawai Go-Jek tidak perlu khawatir apabila mengalami kecelakaan, dikaenakan Go-Jek telah memberikan asuransi dan driver Go-Jek juga tidak perlu membayar premi sendiri.
c. Bonus buat yang rajin
GoJek menerapkan pemberian bonus bagi driver yang rajin mencari order. Setiap kali berhasil melaksanakan 5 order, driver Go-Jek akan diberikan tambahan uang Rp 50.000. Kalau semisal 10 order yang didapatkan, berarti driver mendapatkan tambahan uang sebesar Rp 100.000.
d. Bisa dijadikan alternatif tambahan pekerjaan
Driver GoJek sifatnya freelance atau tidak terikat kontrak. Jadi, bisa saja karyawan Go-Jek hanya mengambil order disaat malam hari dan weekend. Sementara untuk jam pagi-siang bekerja di kantor.
e. Buka peluang investasi
Dengan bertambahnya penghasilan lewat Go-Jek, otomatis memiliki uang lebih dari yang biasanya digunakan dalam sebulan. Jadi uang tersebut bisa saja dijadikan suatu peluang investasi meskipun hanya sekedar berada did dalam tabungan.
4. Kasus Pemecatan 7000 karyawan Go-Jek
Merambahnya bisnis ojek berbasis online Go-Jek yang sangat menjanjikan membuat ribuan orang akhirnya memutuskan untuk beralih profesi atau hanya melakukannya sebagai pekerjaan sampingan sebagai pengendara ojek untuk mendapatkan pendapatan. Semakin maraknya pengendara ojek online tentunya juga membuat persaingan antar pengendara jasa ojek online itu sendiri. Alhasil tak sedikit di antara mereka yang melakukan kecurangan demi mendapatkan penumpang dengan membuat orderan palsu atau melakukan order fiktif.
Orderan fiktif tersebut dijalankan dengan menggunakan dua perangkat ponsel berbeda yang dimiliki oleh sang pengendara Go-Jek. Ponsel pertama yang merupakan milik pribadi digunakan untuk membuat pesanan. Kemudian ponsel kedua yang diberikan oleh perusahaan digunakan untuk menerima pesanan tersebut. Setelah pesanan dibuat dan diambil, lantas pengendara bertindak seolah-olah mengantar sang pemesan, padahal sebenarnya tidak ada yang memesan alias hanya pengendara yang mengendarai motornya sendiri. Ojek tersebut berlaku seolah-olah mengantar pelanggan sesuai dengan order fiktif yang telah dilakukannya tadi.
Bos Go-Jek Nadiem Makarim mengatakan, ada sejumlah pengemudi Go-Jek seringkali melakukan order fiktif. Mereka membuat pesanan melalui aplikasi Go-Jek dengan akun palsu. "Order itu seolah-olah ada, padahal mereka tidak mengambil order secara nyata, namun menerima pendapatan jutaan per bulan," katanya saat dihubungi JawaPos.com, Rabu (2/12). Dia menjelaskan, hal ini terungkap setelah pihaknya menerima banyak komplain dari pengemudi Gojek lainnya. "Para Driver Gojek yang jujur ini sangat kecewa dan bingung kenapa driver nakal tersebut tidak ditindak oleh perusahaan," terangnya.
Hingga akhirnya pihak Go-Jek telah melakukan suspend Go-Jek secara masal kepada lebih dari 7.000 driver Go-Jek secara nasional. Pihak-pihak yang terkena suspend Go-Jek masal ini adalah driver-driver yang telah terbukti membuat order fiktif. Pihak Go-Jek telah melakukan pengamatan cukup lama dan memiliki bukti-bukti yang kuat terhadap setiap individu.
5. Solusi permasalahan Go-Jek
Berdasarkan kasus diatas beberapa solusi yang dapat dilakukan oleh Go jek dari diskusi yang kami lakukan adalah :
Aplikasi yang digunakan oleh konsumen, pengemudi , maupun perusahaan Go jek harus lebih ditingkatkan terutama bidang keamanan
ï Peningkatan pelayanan Custemer Servic untuk mengontrol keluahan baik drai konsumen maupun driver Go Jek
ï Perusahaan Go jek sebaiknya dalam melakukan open recruitment kepegawaian diadakan suatu tes kualifikasi untuk menyaring calon driver go jek
ï Sebaiknya perusahaan Go jek perlu membuat departemen lini baru yaitu departemen keamanan yang bertugas sebagai pengawas lapangan untuk mengendalikan kecurangan-kecurangan yang ada
ï Perusahaan perlu memberikan tindakan yang tegas baik kepada pegawai maupun driver yang melakukan kecurangan bisa dengan denda , surat peringatan, maupun pemecatan.
BAB III
PENUTUP
Kesimpulan
Merambahnya bisnis ojek berbasis online Go-Jek yang sangat menjanjikan membuat ribuan orang akhirnya memutuskan untuk beralih profesi atau hanya melakukannya sebagai pekerjaan sampingan sebagai pengendara ojek untuk mendapatkan pendapatan. Semakin maraknya pengendara ojek online tentunya juga membuat persaingan antar pengendara jasa ojek online itu sendiri. Alhasil tak sedikit di antara mereka yang melakukan kecurangan demi mendapatkan penumpang dengan membuat orderan palsu atau melakukan order fiktif.
Setiap perusahaan yang bergerak dibidang jasa pelayanan antar seperti halnya Go jek, OK jek dan sebagainya perlu melakukan sistem pengendalian manajemen dan sistem pengendalian internal sejak dini agar kecenderungan kecurangan dapat dicegah dan diminimalisir.
Untuk mengatasi akan adanya kasus fraud yang dilakukan oleh para pegawai maupun driver Go jek perusahaan maka perlu adanaya penegndalian internal yang baik dengan menerapkan sistem verifikasi independen internal yang dilakukan secara berkala oleh pihak komite auditor internal.
Pengendalian yang dilakukan harus meliputi :
1. Sistem kerja perusahaan dengan peraturan undang-undang yang ada
2. Sistem informasi yang digunakan oleh perusahaan
3. Sistem pengajian dan pemberian bonus
Kamis, 15 November 2018
Daftar Riwayat Hidup
(Curriculum Vitae)
| Nama | : Syafa Anisa Nur Fitriyah |
| Tempat/ Tanggal Lahir | : Surabaya, 08 November 2000 |
| Alamat | : Perm. Bogor Asri Blok i2 No 8, Rt 04 Rw 11 Kel. Nanggewer Kec. Cibinong Kab. Bogor |
| Nomor HP | : 08138298998910 |
| Jenis Kelamin | : Perempuan |
| Agama | : Islam |
| Kewarganegaraan | : Indonesia |
| Status | : Belum Menikah |
| : alxtoisuta@gmail.com | |
| Hobbi | : Membaca, Bermain Musik |
PENDIDIKAN FORMAL
- Tahun 2007 – 2012 SD Muhammadiyah Depok
- Tahun 2012 – 2015 Mts. Alkautsar Depok
- Tahun 2015 – 2018 SMK Master Indonesia Bogor
- Tahun 2018 – 2021 Universitas Gunadarma
PENDIDIKAN NON FORMAL
- 2006-2010 Nari Bali
- 2017 LIA Cibinong
PENGALAMAN ORGANISASI
- Benadahara OSIS Mts. Alkautsar Depok periode 2013 – 2014
KEAHLIAN KHUSUS
- Bahasa Inggris (Writing, Listening, Speaking)
- Komputer (Microsoft Office, Photoshop)
Demikian daftar riwayat hidup ini saya buat dengan sebenar-benarnya.
Hormat saya,
Tugas Manajer Personalia Dalam Perusahaan Beserta Fungsinya
Pengertian Manajer Personalia Menurut Para Ahli
Prof. Edwin B. Filippo
Pengertian manajemen personalia adalah “perencanaan, pengorganisasian, pengarahan dan pengendalian atas pengadaan tenaga kerja, pengembangan, kompensasi, integrasi, pemeliharaan, dan pemutusan hubungan kerja dengan sumber daya manusia untuk mencapai sasaran perorangan, organisasi, dan masyarakat”.
Definisi manajer personalia adalah seorang manajer yang melaksanakan fungsi –fungsi dasar manajemen sebagai manajer dan memperdulikan hakekat fungsi operasional.
. Fungsi- fungsi manajemen
- Perencanaan (planning)
- Pengorganisasian (organizing)
- Pengarahan (directing)
- Pengendalian (Controling)
2. Fungsi-fungsi operasional
- Pengadaan tenaga Kerja (procurement)
- Pengembangan (development)
- Kompensasi
- Integrasi
- Pemeliharaan (maintenance)
- Pemutusan hubungan kerja (separation)
Fungsi manajemen ini diantaranya:
- Perencanaan (Planning)
Fungsi umum manajemen adalah perencanaan yang artinya penentuan program darir personalia yang akan memudahkan tercapainya sasaran organisasi/perusahaan yang telah disusun suatu organisasi. Proses penentuan ini tentu akan melibatkan Manajer personalia untuk berpartisipasi aktif dan kesadaran penuh dengan keahliannya dalam bidang sumberdaya manusia.
- Pengorganisasian (organizing)
Organisasi merupakan adalah alat untuk mencapai tujuan. Agar tujuan organisasi dapat tercapai, manajer personalia dapat merancang struktur hubungan antara bidang pekerjaan, personalia dan faktor-faktor fisik. Jika tindakan tersebut sudah ditentukan, tinggal organisasi disusun untuk melaksanakannya.
- Pengarahan (directing)
Fungsi sederhana dari pengarahan adalah untuk mendapatkan atau membuat karyawan melakukan apa yang diinginkan oleh manajer (pemberian perintah) dan apa yang harus mereka lakukan.
- Pengendalian (controlling)
Fungsi pengendalian adalah berkaitan dengan pengawasan atas kegiatan yang dilaksanakan supaya sesuai dengan rencana personalia yang sudah dirumuskan sebelumnya berdasarkan analisis terhadap sasaran dasar organisasi.
Tugas Manajer Personalia. Pengadaan tenaga kerja (procurement)
Tugas pokok manajer personalia adalah untuk memperoleh personalia yang diperlukan untuk menyelesaikan tujuan organisasi dengan jenis dan jumlah yang tepat. Usaha ini kaitannya dengan cara perekrutannya, seleksi, dan penempatan dengan tujuan dapat mendapatkan sumberdaya manusia yang dibutuhkan. Penentuan sumber daya manusia harus sesuai dengan rancangan pekerjaan yang sudah di persiapkan sebelumnya.
2. Pengembangan (development)
Dalam bidang ini, tugas manajer personalia adalah mengembangkan kemampuan atau keterampilan karyawan dengan cara mengadakan pelatihan yang diperlukan untuk prestasi kerja yang tepat. Kegiatan ini sangat penting, dikarenakan proses perubahan teknologi yang sangat cepat (baca:update), reorganisasi pekerjaan, tugas manajemen yang semakin rumit.
3. Kompensasi (compensation)
Fungsi ini dirumuskan sebagai balas jasa yang memadai dan layak kepada personalia untuk sumbangan mereka kepada tujuan organisasi
. Integrasi (integration)
Tugas manajer personalia selanjutnya adalah menghasilkan kecocokan (rekonsiliasi) yang sesuai dan layak atas kepentingan perorangan (individu), masyarakat dan organisasi.
5. Pemeliharaan (maintenance)
Pemeliharaan adalah usaha untuk menjaga keutuhan angkatan kerja yang memiliki kemamuan dan kemampuan bekerja. Kemampuan dan kemauan bekerja pada karyawan sangat dipengaruhi oleh faktor-faktor seperti komunikasi manajer dengan karyawan, kesehatan serta keselamatan kerja, keadaan jasmani (fisik) karyawan.
6. Pemutusan Hubungan Kerja (separation)
Fungsi pertama manajemen personalia adalah untuk mendapatkan karyawan yang berkompeten. Fungsi terakhir manajer personalia adalah memutuskan hubungan kerja dan mengembalikannya kedalam masyarakat. Suatu organisasi bertanggung jawab pada saat melaksanakan proses pemutusan hubungan kerja sesuai dengan persyaratan yang telah ditentukan. Organisasi juga harus menjamin bahwa warga masyarakat yang menjadi eks karyawan itu dikembalikan berada dalam keadaan yang sebaik mungkin.
sumber: http://www.akuntansilengkap.com/manajemen/tugas-manajer-personalia-dalam-perusahaan-beserta-fungsinya/
Kepada Yth
Pempinan Sumber Daya Manusia
PT. Wahyu Abadi
jl.Angsana Raya Blok L1 No. 17 Kawasan Delta Silicon 1 lippo Cikarang
Dengan Hormat,
Sesuai dengan pembukaan lowongan pekerjaan dari PT. Wahyu Abadi yang saya peroleh dari JOBSTREET.COM 2018. Saya sangat berminat pada kesempatan yang ditawarkan. Untuk itu, saya mengajukan diri ( melamar kerja) untuk bergabung menjadi Adm. Marketing di perusahaan ini.
Mengenai diri saya dapat saya jelaskan sebagai berikut:
Nama: Syafa Annisa Nur Fitria
Tempat/tgl Lahir: 8 November 2000
Pendidikkan Terakhir: SMK Master Indonesia Jaya
Jurusan: Teknik Komputer Jaringan
Alamat Rumah: Perm. Bogor asri blok 22 no. 8
Nomor Telepon: +6289502040484
Saya memiliki dedikasi dan motivasi yang tinggi, tanggung jawab, kerja keras, teliti dan disiplin dalam bekerja. Latar belakang pendidikan saya sangat memuaskan serta memiliki kemampuan komunikasi yang baik. Saya telah terbiasa bekerja dengan menggunakan computer, terutama mengoperasikan aplikasi Microsoft Office
Sebagai bahan pertimbangan saya lampirkan dokumen pendukung, antara lain:
- Curiculum Vitae
- Ijasah (fotocopi)
- Transkrip Nilai (fotokopi)
- Kartu Tanda Penduduk (fotokopi)
- Foto Terbaru
Saya berharap dapat diberikan kesempatan wawancara, sehingga saya dapat menjelaskan secara lebih terperinci tentang potensi diri saya terhadap pekerjaan.
Demikian yang saya sampaikan. Terima kasih atas segala perhatiannya.
Hormat Saya
Mohammad Imron Basuki
Langganan:
Postingan (Atom)
