Selasa, 25 Desember 2018

CONTOH KASUS PADA PERUSAHAAN OJEK ONLINE


CONTOH KASUS PADA PERUSAHAAN OJEK ONLINE


BAB I
PENDAHULUAN
Meningkatnya kegiatan transaksi melalui elektronik mengakibatkan perlu adanya suatu pengendalian agar dapat mencapai tujuan yang diharapkan serta meminimalisir risiko yang mungkin timbul. Salah satu pengendalian yang dapat dilakukan untuk mengawasi kegiatan transaksi melalui elektronik adalah melalui pengendalian manajemen. Pengendalian manajemen memiliki ruang lingkup yang luas yang dapat dijadikan sebagai pedoman bagi pelaksanaan pengendalian bagi transaksi elektronik. Ruang lingkup pengendalian manajemen diantaranya:
1.      Pengendalian  Top Manajemen
2.      Pengendalian Manajemen Pengembangan Sistem
3.      Pengendalian Manajemen Sumber Data
4.      Pengendalian Manajemen Keamanan
5.      Pengendalian  Operasional
Berdasarkan uraian di atas maka kami akan membahas mengenai pengendalian manajemen dengan study kasus pada Go-Jek, dimana Go-Jek melakukan suspend terhadap 7.000 driver yang terbukti melakukan order fiktif.


BAB II
PEMBAHASAN

A.      Kerangkan Kerja Pengendalian Manajemen
Pengendalian Manajemen adalah semua usaha untuk menjamin bahwa sumber daya perusahaan digunakan secara efektif dan efisien untuk mencapai tujuan perusahaan. Pengendalian manajemen memiliki beberapa ruang lingkup diantaranya:
1.      Pengendalian top management adalah sistem pengendalian intern yang ada pada suatu organisasi yang mendorong keterlibatan, kepedulian dan tanggungjawab pimpinan atas organisasi terhadap kegiatan teknologi pada organisasi tersebut. Top Management  bertanggung jawab  untuk membuat master-plan  sistem informasi, meliputi rencana jangka panjang & jangka pendek. Penyusunan rencana  meliputi  3 hal :
ï        Mengetahui  kesempatan dan masalah  yang dihadapi organisasi  sehingga teknologi informasi  dan  sistem informasi dapat digunakan secara efektif
ï        Mengindentifikasi  sumber daya yang diperlukan  untuk menyediakan teknologi  dan sistem informasi yang di perlukan.
ï        Membuat strategi dan taktik yang diperlukan untuk  memperoleh  sumber  daya tersebut.

2.
      Pengendalian  Manajemen  Pengembangan Sistem
Pengendalian, pengembangan  dan pemeliharaan sistem   diperlukan untuk mencegah  dan mendeteksi  kemungkinan kesalahan  pada waktu pengembangan dan pemeliharaan sistem, serta untuk menperoleh keyakinan memadai bahwa sistem berbasis  teknologi informasi  dikembangkan dan dipelihara  dengan cara efesien dan melalui proses otorisasi dengan semestinya.
3.      Pengendalian  Manajemen Sumber Data
Di dalam suatu sistem berbasis teknologi informasi, pengendalian  sumber data  yang baik adalah :
ï        User  harus dapat  berbagi data
ï        Data harus tersedia  digunakan kapan saja, dimana pun, dan dalam bentuk apa pun.
ï        Sistem  manajemen data  harus menjamin adanya  sistem penyimpanan  yang efisien  tidak terjadi  redundancy data , adanya data  security.
ï        Data harus dapat di modifikasi dengan  mudah.
4.      Pengendalian Manajemen Operasi
Pengendalian manajemen operasi merupakan jenis pengendalian internal yang didesain untuk pengelolaan sumberdaya dan operasi TI pada suatu organisasi. Pengendalian manajemen disusun dengan tujuan untuk menciptakan kerangka kerja organisasi, pendayagunaan sumber daya informasi, dan pembagian tugas yang bai bagi suatu organisasi yang menggunakan sistem berbasis teknologi informasi.
5.      Pengendalian Manajemen Keamanan
Pengendalian internal terhadap manajemen keamanan dimaksudkan untuk menjamin agar aset sistem informasi tetap aman. Aset sumber daya informasi mencakup fisik (perangkat mesin dan fasilitas penunjangnya) serta aset tak berwujud (non fisik, misalnya data/informasi, dan program aplikasi komputer)
B.       Kasus: Pemecatan 7000 Karyawan  Go-Jek
1.         Sejarah Go-Jek
GO-JEK merupakan sebuah perusahaan teknologi asal Indonesia yang melayani angkutan melalui jasa ojek. Perusahaan ini didirikan pada tahun 2010 di Jakarta oleh Nadiem Makarim
Tujuan Nadiem Makarim mendirikan GO-JEK adalah untuk meningkatkan kesejahteraan pekerja di berbagai sektor informal di Indonesia. GO-JEK telah bermitra dengan sekitar 200.000 pengendara ojek yang berpengalaman dan terpercaya di Indonesia, untuk menyediakan berbagai macam layanan, termasuk transportasi dan pesan antar makanan. Kegiatan GO-JEK bertumpu pada tiga nilai pokok: kecepatan, inovasi, dan dampak sosial. Para Driver GO-JEK mengatakan bahwa pendapatan mereka meningkat semenjak bergabung sebagai mitra, mereka juga mendapatkan santunan kesehatan dan kecelakaan, serta mendapat akses ke lebih banyak pelanggan melalui aplikasi GO-JEK.
GO-JEK telah resmi beroperasi di 10 kota besar di Indonesia, termasuk Jakarta, Bandung, Bali, Surabaya, Makassar, Yogyakarta, Medan, Semarang, Palembang, dan Balikpapan dengan rencana pengembangan di kota-kota lainnya pada tahun mendatang.
2.      Cara Melamar Menjadi Mitra Go-Jek
ï         Syarat Daftar Go-Jek
Syarat yang harus dipenuhi bagi calon pelamar pekerjaan menjadi mitra Go-Jek adalah harus menyiapkan dokumen-dokumen yang dibutuhkan iantaranya: fotokopi KTP, SIM C, STNK, KK; surat keterangan domisili apabila KTP dan tempat tinggal berbeda; jaminan asli bpkb/ ijazah terakhir/ KK/ Akte Lahir/ Buku Nikah; usia maksimal 55 tahun; pendidikan terakhir SMP; serta saat akan mengikuti seleksi diharapkan membawa motor dan memakai sepatu.
ï         Cara Daftar Go-Jek
Terdapat beberapa cara agar bisa menjadi mitra Go-Jek yaitu:
a.       Mendaftar go-jek saat ada pembukaan lowongan driver go-jek
b.      Cara Melamar Go-Jek Lewat e-mail Go-Jek
3.      Sistem Pembayaran Go-Jek
a.     Sistem bagi hasil
Go-Jek menerapkan sistem bagi hasil 80:20. Artinya, 80 persen buat driver, sedangkan pengelola Go-Jek mendapat jatah 20 persen saja. Seandainya dapat order dengan tarif Rp 100 ribu, berarti Rp 80.000 masuk kantong driver. Pengusaha Go-Jek hanya mendapatkan Rp 20.000. Meski terdapat sistem bagi hasil, umumnya pelanggan Go-Jek lebih banyak daripada pengojek pangkalan. Dikarenakan pengemudi Go-Jek bisa selalu memantau layar hp untuk mencari pelanggan yang lagi ingin order. Pelanggan dari Go-Jek ini bisa lebih banyak dari pelanggan ojek pada tukang ojek pangkalan.
b.     Asuransi gratis 
Pegawai Go-Jek tidak perlu khawatir apabila mengalami kecelakaan, dikaenakan Go-Jek telah memberikan asuransi dan driver Go-Jek juga tidak perlu membayar premi sendiri.
c.      Bonus buat yang rajin
GoJek menerapkan pemberian bonus bagi driver  yang rajin mencari order. Setiap kali berhasil melaksanakan 5 order, driver Go-Jek akan diberikan  tambahan uang Rp 50.000. Kalau semisal 10 order yang didapatkan, berarti driver mendapatkan tambahan uang sebesar Rp 100.000.
d.     Bisa dijadikan alternatif tambahan pekerjaan
Driver GoJek sifatnya freelance atau tidak terikat kontrak. Jadi, bisa saja karyawan Go-Jek hanya mengambil order disaat malam hari dan weekend. Sementara untuk jam pagi-siang bekerja di kantor.
e.      Buka peluang investasi
Dengan bertambahnya penghasilan lewat Go-Jek, otomatis memiliki uang lebih dari yang biasanya digunakan dalam sebulan. Jadi uang tersebut bisa saja dijadikan suatu peluang investasi meskipun hanya sekedar berada did dalam tabungan.
4.      Kasus Pemecatan 7000 karyawan Go-Jek
Merambahnya bisnis ojek berbasis online Go-Jek yang sangat menjanjikan membuat ribuan orang akhirnya memutuskan untuk beralih profesi atau hanya melakukannya sebagai pekerjaan sampingan sebagai pengendara ojek untuk mendapatkan pendapatan. Semakin maraknya pengendara ojek online tentunya juga membuat persaingan antar pengendara jasa ojek online itu sendiri. Alhasil tak sedikit di antara mereka yang melakukan kecurangan demi mendapatkan penumpang dengan membuat orderan palsu atau melakukan order fiktif.
Orderan fiktif tersebut dijalankan dengan menggunakan dua perangkat ponsel berbeda yang dimiliki oleh sang pengendara Go-Jek. Ponsel pertama yang merupakan milik pribadi digunakan untuk membuat pesanan. Kemudian ponsel kedua yang diberikan oleh perusahaan digunakan untuk menerima pesanan tersebut. Setelah pesanan dibuat dan diambil, lantas pengendara bertindak seolah-olah mengantar sang pemesan, padahal sebenarnya tidak ada yang memesan alias hanya pengendara yang mengendarai motornya sendiri. Ojek tersebut berlaku seolah-olah mengantar pelanggan sesuai dengan order fiktif yang telah dilakukannya tadi.
Bos Go-Jek Nadiem Makarim mengatakan, ada sejumlah pengemudi Go-Jek seringkali melakukan order fiktif. Mereka membuat pesanan melalui aplikasi Go-Jek dengan akun palsu. "Order itu seolah-olah ada, padahal mereka tidak mengambil order secara nyata, namun menerima pendapatan jutaan per bulan," katanya saat dihubungi JawaPos.com, Rabu (2/12). Dia menjelaskan, hal ini terungkap setelah pihaknya menerima banyak komplain dari pengemudi Gojek lainnya. "Para Driver Gojek yang jujur ini sangat kecewa dan bingung kenapa driver nakal tersebut tidak ditindak oleh perusahaan," terangnya.
Hingga akhirnya pihak Go-Jek telah melakukan suspend Go-Jek secara masal kepada lebih dari 7.000 driver Go-Jek secara nasional. Pihak-pihak yang terkena suspend Go-Jek masal ini adalah driver-driver yang telah terbukti membuat order fiktif. Pihak Go-Jek telah melakukan pengamatan cukup lama dan memiliki bukti-bukti yang kuat terhadap setiap individu.
5.      Solusi permasalahan Go-Jek
Berdasarkan kasus diatas beberapa solusi yang dapat dilakukan oleh Go jek dari diskusi yang kami lakukan adalah :
Aplikasi yang digunakan oleh konsumen, pengemudi , maupun perusahaan Go jek harus lebih ditingkatkan terutama bidang  keamanan
ï         Peningkatan pelayanan Custemer Servic untuk mengontrol keluahan baik drai konsumen maupun driver Go Jek
ï         Perusahaan Go jek sebaiknya dalam melakukan open recruitment kepegawaian diadakan suatu tes  kualifikasi untuk menyaring calon driver go jek
ï         Sebaiknya perusahaan Go jek perlu membuat departemen lini baru yaitu departemen keamanan yang bertugas sebagai pengawas lapangan untuk mengendalikan kecurangan-kecurangan yang ada
ï         Perusahaan perlu memberikan tindakan yang tegas baik kepada pegawai maupun driver yang melakukan kecurangan bisa dengan denda , surat peringatan, maupun pemecatan.


BAB III
PENUTUP
Kesimpulan
Merambahnya bisnis ojek berbasis online Go-Jek yang sangat menjanjikan membuat ribuan orang akhirnya memutuskan untuk beralih profesi atau hanya melakukannya sebagai pekerjaan sampingan sebagai pengendara ojek untuk mendapatkan pendapatan. Semakin maraknya pengendara ojek online tentunya juga membuat persaingan antar pengendara jasa ojek online itu sendiri. Alhasil tak sedikit di antara mereka yang melakukan kecurangan demi mendapatkan penumpang dengan membuat orderan palsu atau melakukan order fiktif.
Setiap perusahaan yang bergerak dibidang jasa pelayanan antar seperti halnya Go jek, OK jek dan sebagainya perlu melakukan sistem pengendalian manajemen dan sistem pengendalian internal sejak dini agar kecenderungan kecurangan dapat dicegah dan  diminimalisir.
Untuk mengatasi akan adanya kasus fraud yang dilakukan oleh para pegawai maupun driver Go jek perusahaan maka perlu adanaya penegndalian internal yang baik dengan menerapkan sistem verifikasi independen internal yang dilakukan secara berkala oleh pihak komite auditor internal.
Pengendalian yang dilakukan harus meliputi :
1.      Sistem kerja perusahaan dengan peraturan undang-undang yang ada
2.      Sistem informasi yang digunakan oleh perusahaan
3.      Sistem pengajian dan pemberian bonus