Selasa, 26 November 2019

BUSINESS



BUSINESS

Pengertian Bisnis adalah suatu kegiatan yang dilakukan oleh perorangan maupun organisasi yang melibatkan aktivitas produksi, penjualan,  pembelian, maupun pertukaran barang/ jasa, dengan tujuan untuk mendapatkan keuntungan atau laba.
Kata “bisnis” berasal dari bahasa Inggris, yaitu “business” yang artinya kesibukan. Dalam konteks sederhana, yang dimaksud dengan kesibukan adalah melakukan suatu aktivitas atau pekerjaan yang memberikan keuntungan pada seseorang.
Penggunaan kata “bisnis” dapat dibedakan menjadi tiga, tergantung skupnya. Kata bisnis dapat merujuk pada:
·         Badan Usaha, yaitu kesatuan Yuridis, teknis, dan ekonomis untuk mencari keuntungan.
·         Sektor Pasar Tertentu, misalnya pasar Modal.
·         Seluruh aktivitas pada komunitas produsesn barang dan jasa.

Pengertian Bisnis Menurut Para Ahli

Agar lebih memahami apa arti bisnis, maka kita dapat merujuk pada pendapat beberapa ahli. Berikut ini adalah pengertian bisnis menurut para ahli:

1. Hughes dan Kapoor

Menurut Hughes dan Kapoor, definisi bisnis adalah suatu kegiatan individu yang terorganisasi untuk menghasilkan dan menjual barang dan jasa guna mendapatkan keuntungan dalam memenuhi kebutuhan masyarakat.

2. Brown dan Pretello

Menurut Brown dan Pretello, pengertian bisnis adalah lembaga yang menghasilkan barang dan jasa yang dibutuhkan oleh masyarakat serta semua hal yang mencakup berbagai usaha yang dilakukan pemerintah maupun swasta tidak peduli mengejar laba ataupun tidak.

3. Jeff Madura

Menurut Jeff Madura, pengertian bisnis adalah perusahaan yang menyediakan produk atau layanan yang diinginkan oleh pelanggan.

4. L. R. Dicksee

Menurut L. R. Dicksee, definisi bisnis adalah suatu bentuk aktivitas yang utamanya bertujuan untuk memperoleh keuntungan bagi yang yang mengusahakan atau yang berkepentingan dalam terjadinya aktivitas tersebut.

Jenis-jenis kegiatan bisnis

Jika ditinjau dari motifnya, bisnis dapat dibedakan menjadi 2 (dua) jenis yaitu:    .
1.     Bisnis yang berorientasi keuntungan (profit oriented atau profit motive). Contoh: perusahaan perorangan, CV, Firma, PT, dsb.
2.     Bisnis yang tidak berorientasi keuntungan atau nirlaba (non profit oriented atau non profit motive).Contoh: yayasan, organisasi sosial, lembaga swadaya masyarakat, dan sebagainya.
Jika ditinjau dari jenis kegiatannya, bisnis dapat dibedakan menjadi 4 (empat) jenis, yaitu:
1.     Bisnis Ekstraktif
Bisnis ekstraktif adalah bisnis yang bergerak dalam jenis kegiatan pertambangan atau menggali bahan-bahan tambang yang terkandung di dalam perut bumi. Contohnya: pabrik semen, timah, nikel, dan lain-lain.
2.     Bisnis Agraris
Bisnis Agraris adalah bisnis yang bergerak di bidang pertanian, perikanan, peternakan, perkebunan, dan kehutanan.
3.     Bisnis Industri
Bisnis industri adalah bisnis yang bergerak di bidang industri manufaktur, misalnya industri tekstil, garmen, mesin, dan Iain-lain..
4.     Bisnis Jasa
Bisnis jasa adalah bisnis yang bergerak di bidang jasa yang menghasilkan produk-produk tidak berwujud, seperti jasa perbankan, kecantikan, dll.
Jika ditinjau dari nilai kegunaan, bisnis dapat menciptakan 4 (empat) nilai kegunaan, yaitu:
1.     Nilai guna bentuk (form utility)
Bisnis yang menciptakan nilai bentuk (form utility) adalah bisnis yang berusaha untuk mengubah suatu benda sehingga menjadi lebih bermanfaat bagi manusia (masyarakat). Contoh: perusahaan meubel, keramik, dan lain lain.
2.     Nilai guna tempat (place utility)
Bisnis ini menciptakan kegunaan tempat yang berupa memindahkan sesuatu dari suatu tempat yang kurang bermanfaat dipindahkan ke tempat lain yang lebih bermanfaat. Perusahaan ini bergerak di bidang transportasi, baik orang maupun barang, baik darat, laut, maupun udara.
3.     Nilai guna waktu (time utility)
Bisnis ini merupakan usaha penyimpanan yang bermaksud untuk menyimpan barang dari suatu waktu yang pada saat itu kurang bermanfaat untuk nanti dikeluarkan pada saat barang tersebut lebih bermanfaat. Contoh: produk-produk hasil pertanian, misalnya cengkeh, kakao, padi, dan lain lain.
4.     Nilai guna pemilikan (possession utility)
Bisnis ini menjalankan usahanya untuk menciptakan atau memenuhi kegunaan pemilikan terhadap sesuatu barang atau jasa. Misalnya kebutuhan untuk memiliki kesehatan, kecantikan, pendidikan, keamanan.

PENGERTIAN E-BUSINESS DAN E-COMMERCE

E-Business adalah bisnis yang mengacu pada penggunaan teknologi digital dan internet untuk menjalankan proses-proses bisnis utama dalam suatu perusahaan. Dalam e-business terjadi aktivitas pertukaran data dan informasi, menjalin koneksi dan relasi. E-business mencakup bisnis yang luas mencakup seluruh aspek bisnis yang ada di dalam perusahaan sehingga bisa memiliki aktivitas yang bermacam-macam.
E-Commerce adalah bagian dari e-business meliputi aktivitas jual beli secara elektronik. E-commerce meliputi segala aktivitas pengelolaan internal dalam suatu perusahaan serta berbagai koordinasi dengan pemasok meliputi kegiatan pembelian, penjualan, ataupun pengantian produk, pelayanan serta informasi dengan menggunakan jaringan internet. Contoh dari e-commerce adalah mataharimall.comgramedia.com lazada.com 

Jenis – Jenis Transaksi E-Business dan E-Commerce

1. Business-to-Business (B2B)

B2B e-commerce meliputi semua transaksi elektronik barang atau jasa yang dilakukan antar perusahaan. Produsen dan pedagang tradisional biasanya menggunakan jenis e-commerce ini.
Umumnya e-commerce dengan jenis ini dilakukan dengan menggunakan EDI (Electronic Data Interchange) dan email dalam proses pembelian barang dan jasa, informasi dan konsultasi, atau pengiriman dan permintaan proposal bisnis.
EDI (Electronic Data Interchange) adalah proses transfer data yang terstruktur, dalam format standar yang disetujui, dari satu sistem komputer ke sistem komputer lainnya, dalam bentuk elektronik.
Contoh website e-commerce B2B adalah Bizzy dan Ralali.
Bizzy merupakan eCommerce pertama yang memiliki konsep B2B atau Business To Business di Indonesia. Bizzy menyediakan solusi bagi perusahaan yang memiliki masalah dalam hal pengadaan suplai dan jasa kebutuhan bisnis.
Produk yang disediakan oleh Bizzy antara lain, Office Supplies (ATK), Elektronik, Pantry dan lain-lain.
Description: Bizzy
Contoh salah satu website yang menerapkan jenis e-commerce B2B
Ralali adalah salah satu perusahaan B2B eCommerce Indonesia yang menjual produk-produk MRO (Maintenance, Repair, and Operational).
Dengan perusahaan PT. Raksasa Laju Lintang yang telah aktif sejak 2013, Ralali menyedian berbagai macam kebutuhan otomotif, alat ukur, GPS, dan peralatan listrik lainnya.

2. Business-to-Consumer (B2C)

B2C adalah jenis e-commerce antara perusahaan dan konsumen akhir. Hal ini sesuai dengan bagian ritel dari e-commerce yang biasa dioperasikan oleh perdagangan ritel tradisional.
Jenis ini bisa lebih mudah dan dinamis, namun juga lebih menyebar secara tak merata atau bahkan bisa terhenti.
Jenis e-commerce ini berkembang dengan sangat cepat karena adanya dukungan munculnya website serta banyaknya toko virtual bahkan mal di internet yang menjual beragam kebutuhan masyarakat.
Sementara di negara maju seperti Amerika sudah banyak kisah sukses e-commerce yang berhasil dibidang ritel online.
Description: berrybenka
Salah satu contoh penerapan jenis e-commerce B2C
Jika dibandingkan dengan transaksi ritel tradisional, konsumen biasanya memiliki lebih banyak informasi dan harga yang lebih murah serta memastikan proses jual beli hingga pengiriman yang cepat.
Beberapa website di Indonesia yang menerapkan e-commerce tipe ini adalah BhinnekaBerrybenka dan Tiket.com.
Jenis e-commerce ini biasa digunakan oleh penjual atau produsen yang serius menjalankan bisnis dan mengalokasikan sumber daya untuk mengelola situs sendiri.

3. Consumer-to-Consumer (C2C)

C2C merupakan jenis e-commerce yang meliputi semua transaksi elektronik barang atau jasa antar konsumen. Umumnya transaksi ini dilakukan melalui pihak ketiga yang menyediakan platform online untuk melakukan transaksi tersebut.
Beberapa contoh penerapan C2C dalam website di Indonesia adalah Tokopedia, Bukalapak dan Lamido. Disana penjual diperbolehkan langsung berjualan barang melalui website yang telah ada.
Namun ada juga website yang menerapkan jenis C2C dan mengharuskan penjual terlebih dulu menyelesaikan proses verifikasi, seperti Blanja dan Elevenia.
Description: Elevenia
Salah satu contoh penerapan jenis e-commerce C2C

4. Consumer-to-Business (C2B)

C2B adalah jenis e-commerce dengan pembalikan utuh dari transaksi pertukaran atau jual beli barang secara tradisional. Jenis e-commerce ini sangat umum dalam proyek dengan dasar multi sumber daya.
Sekelompok besar individu menyediakan layanan jasa atau produk mereka bagi perusahaan yang mencari jasa atau produk tersebut.
Contohnya adalah sebuah website dimana desainer website menyediakan beberapa pilihan logo yang nantinya hanya akan dipilih salah satu yang dianggap paling efektif.
Platform lain yang umumnya menggunakan jenis e-commerce ini adalah pasar yang menjual foto bebas royalti, gambar, media dan elemen desain seperti www.istockphoto.com.
Description: Istock
Salah satu penerapan e-commerce jenis C2B
Contoh lainnya adalah www.mybloggerthemes.com, sebuah website yang menjual ragam template blog dari berbagai pengembang template.
Pembuat template dapat mengupload template yang dibuatnya pada link yang telah disediakan oleh MBT, kemudian MBT akan menjual template yang telah di upload dan berbagi keuntungan dengan pembuat template.

5. Business-to-Administration (B2A)

Description: BPJS
Salah satu contoh penerapan e-commerce B2A
B2A adalah jenis e-commerce yang mencakup semua transaksi yang dilakukan secara online antara perusahaan dan administrasi publik.
Jenis e-commerce ini melibatkan banyak layanan, khususnya di bidang-bidang seperti fiskal, jaminan sosial, ketenagakerjaan, dokumen hukum dan register, dan lainnya.
Jenis e-commerce ini telah meningkat dalam beberapa tahun terakhir dengan investasi yang dibuat melalui e-government atau pihak pemerintah.
Beberapa contoh website administrasi publik yang menerapkan B2A adalah www.pajak.go.idwww.allianz.com dan www.bpjs-online.com. Disana perusahaan dapat melakukan proses transaksi atas jasa yang mereka dapatkan langsung kepada pihak administrasi publik.
Perusahaan diharuskan untuk mengisi sejumlah persyaratan terlebih dahulu sebelum mendapatkan layanan dan baru diteruskan dengan proses transaksi.

6. Consumer-to-Administration (C2A)

Jenis C2A meliputi semua transaksi elektronik yang dilakukan antara individu dan administrasi publik.
Contoh area yang menggunakan jenis e-commerce ini adalah :
·         Pendidikan – penyebaran informasi, proses pembelajaran jarak jauh, dan lainnya
·         Jamsostek – penyebaran informasi, pembayaran, dan lainnya
·         Pajak – pengajuan pajak, pembayaran pajak, dan lainnya
·         Kesehatan – janji pertemuan, informasi mengenai penyakit, pembayaran layanan kesehatan dan lainnya
Description: Pajak Online
Contoh penerapan e-commerce C2A
Contoh penerapan C2A sama dengan B2A, hanya saja pembedanya ada pada pihak individu-administrasi publik dan perusahaan-administrasi publik.
Model B2A dan C2A sama-sama terkait dengan gagasan efisiensi dan kemudahan penggunaan layanan yang diberikan untuk masyarakat oleh pemerintah, juga dengan dukungan teknologi informasi dan komunikasi.

7. Online-to-Offline (O2O)

O2O adalah jenis e-commerce yang menarik pelanggan dari saluran online untuk toko fisik. O2O mengidentifiaksikan pelanggan di bidang online seperti email dan iklan internet, kemudian menggunakan berbagai alat dan pendekatan untuk menarik pelanggan agar meninggalkan lingkup online.
Walaupun sudah banyak kegiatan ritel tradisional dapat digantikan oleh e-commerce, ada unsur-unsur dalam pembelanjaan fisik yang direplikasi secara digital. Namun ada potensi integrasi antara e-commerce dan belanja ritel fisik yang merupakan inti dari jenis O2O.
Hanya karena ada bisnis tertentu yang tidak memiliki produk untuk dipesan secara online, bukan berarti internet tak dapat memainkan perannya dalam hampir semua bisnis.
Contohnya, sebuah pusat kebugaran tidak akan bisa didirikan di ruang tamu rumah Anda, namun dengan menggunakan layanan O2O yang disediakan perusahaan seperti Groupon Inc, pusat kebugaran tersebut bisa menyalurkan bisnis offline nya menjadi online.
Beberapa perusahaan besar dengan pertumbuhan yang cepat seperti Uber dan Airbnb juga menjalankan bisnis mereka dengan jenis O2O.
Beberapa website di Indonesia yang menerapkan jenis O2O adalah Kudo dan MatahariMall. Seperti yang dilakukan oleh perusahaan ritel besar di Amerika, Walmart.
Kini melalui website seperti tersebut Anda bisa masuk ke dalam toko, mengambil dan membayar barang yang dibeli, bahkan mengembalikan barang ketika terjadi kesalahan.
Description: ww.mataharimall.com - B2B Ecommerce
Salah satu contoh website yang menerapkan jenis e-commerce O2O

8. Collaborative Commerce (C- Commerce)

Collaborative Commerce yaitu kerjasama secara elektronik antara rekan bisnis. Kerja sama ini biasanya terjadi antara rekan bisnis yang berada pada jalur penyediaan barang (supply Chain).


9. Intrabusiness (intraorganizational) commerce

Di sini organisasi menggunakan E-Commerce secara internal dalam suatu perusahaan untuk kegiatan operasionalnya. Pada bagian ini juga terdapat aplikasi yang dikenal dengan nama business-to-its-employees (B2E) dimana perusahaan menyediakan barang dan jasa kepada karyawannya sendiri.
Contohnya : Pemakaian software untuk meng-update pemberian pinjaman dari Perusahaan kepada Karyawannya sehingga data mengenai jumlah pinjaman, jatuh tempo pembayaran dan saldo dapat 
diketahui secara on-line.


10. Government to citizens (G2C) and to others

Pemerintah menyediakan pelayanan teknologi EC kepada masyarakat. Pemerintah juga dapat menjalankan bisnisnya dengan unit pemerintahan lainnya (G2G) atau dengan pelaku bisnis (G2B).
Contoh : Pembayaran pajak dari para Wajib Pajak kepada Negara secara online.

SUMBER:



Sabtu, 19 Oktober 2019

Penerapan SIM

Penerapan Enterprise Informatiosn System pada perusahaan PT. HM Sampoerna adalah salah satu dari perusahaan rokok terbesar di Indonesia selain Gudang Garam dan Djarum. Dalam perkembangannya, operasional harian menjadi sangat rumit. Salah satu departemen yang mengalaminya adalah departemen logistik yang pekerjaan hariannya menyatukan data-data persediaan bahan baku, distribusi bahan baku, data produksi. Data-data tersebut terkumpul pada akhir jam kerja, sehingga menyulitkan. Ini dilakukan dengan manual, sehingga bisa dibayangkan sulitnya jika data-data tersebut terdiri dari ribuan data dan memerlukan proses yang lama. Masalah tersebut mendorong PT. HM Sampoerna untuk membangun Teknologi Informasi, yang dimulai pada tahun 1992.
            Pembangunan fondasi sistem TI di HMS dimulai tahun 1992, sedangkan peralihan dari pola local area network (LAN) ke wide area network (WAN) dilakukan pada 1995. Setelah itu, aplikasi bisnis korporat menjadi fokus perhatian berikutnya. Setelah melalui proses screening, manajemen memutuskan untuk menggunakan aplikasi ERP dari Oracle (yang masih dipakai hingga sekarang). “Sampoerna memang memakai Oracle, sedangkan Philip Morris di seluruh dunia memakai SAP. Ke depan, tentunya mesti sama. Saat ini, untuk mengintegrasikan sistemnya. Menurut Sugiharto Hartono, Direktur Penjualan, Perencanaan, Sistem & Pengembangan PT Panamas, penggunaan ERP dari Oracle itu mencakup hampir semua proses bisnis penting, mulai dari akuntansi dan keuangan, manufaktur, hingga pengadaan barang dan manajemen barang jadi. ERP Oracle juga digunakan di anak usaha HMS, yakni PT Panamas (perusahaan penjualan dan distribusi HMS) dan PT Handal Logistik Nusantara (perusahaan logistik dan pergudangan). “Unit-unit bisnis dalam naungan Sampoerna juga menggunakan aplikasi yang dikembangkan sendiri untuk melengkapi solusi ERP. Bukti sudah modernnya sistem TI di HMS juga terlihat pada sistem rantai pasokan (supply chain management).


PENGERTIAN SIM

Sebuah sistem informasi manajemen, atau SIM, adalah sebuah sistem informasi yang selain melakukan semua pengolahan transaksi yang perlu untuk sebuah organisasi, juga memberikan dukungan informasi dan pengolahan untuk fungsi manajemen dan pengambilan keputusannya. 

Peran Manajer Perusahaan

Peran utama manajer perusahaan adalah bertanggung jawab untuk membantu perencanaan bisnis dan pengambilan keputusan dengan memberi nasihat keuangan yang sesuai. Adapun tugas dari manajer keuangan yang lainnya adalah sebagai berikut:
a. Bekerja sama dengan manajer lainnya untuk merencanakan serta meramalkan beberapa aspek dalam perusahaan termasuk perencanaan umum keuangan perusahaan.
b. Menjalankan dan mengoperasikan roda kehidupan perusahaan se-efisien dan se-efektif mungkin dengan menjalin kerja sama dengan manajer lainnya.
c. Mengambil keputusan penting dalam investasi dan berbagai pembiayaan serta semua hal yang terkait dengan keputusan tersebut.
d. Menghubungkan perusahaan dengan pasar keuangan, di mana perusahaan dapat memperoleh dana dan surat berharga perusahaan dapat diperdagangkan.



Level Manajemen

1. Manajemen Puncak | Top Level of Management

Manajemen puncak (top level management) adalah tingkat manajemen yang paling atas dan memiliki otoritas tertinggi pada sebuah organisasi perusahaan dan bertanggungjawab langsung kepada pemilik perusahaan.

Umumnya, manajemen puncak hanya bekerja pada tatanan konseptual dan pemikiran, bukan pada hal hal teknis.

Manajemen puncak memiliki kewenangan yang paling besar diantara manajemen pada tingkatan lainnya.

Manajemen puncak berhak untuk memilih, mengangkat, memberhentikan manajemen yang berada dibawah otoritasnya.

2. Manajemen Tingkat Menengah | Middle Level of Management

Manajemen tingkat menengah berada pada tengah tengah dari hirarki manajemen pada sebuah perusahaan.

Manajemen ini dipilih oleh manajemen puncak dan anajemen tingkat menengah bertanggungjawab atas pelaksanaan rencana yang sudah ditentukan oleh manajemen puncak.


Berbeda dengan manajer puncak, manajer tengah cenderung bekerja mengandalkan kemampuan manajerial dan hal teknis.

Kurang membutuhkan ketrampilan yang sifatnya konseptual.

Manajemen tingkat menengah membawahi dan mengarahkan kegiatan manajer dibawahnya.

Manajemen pada tingkat ini bertanggung jawab terhadap kegiatan yang dilakukan oleh tingkatan manajemen yang lebih rendah dan bahkan terkadang terhadap beberapa karyawan operasionalnya. 



3. Manajemen Lini Pertama (First Line Management)


Manajemen lini pertama (low Level Management) adalah tingkatan manajemen yang paling rendah dalam sebuah perusahaan.

Manajemen ini bertugas untuk memimpin dan mengawasi kinerja tenaga operasional.

Karena salah satu tugasnya mengawasi karyawan, manajemen tingkat pertama bekerja menggunakan keterampilan teknikal dan kemampuan komunikasi.

Kemampuan konseptual hampir tidak dibutuhkan oleh manajer ini.

Manajemen lini pertama tidak membawahi manajer yang lain.


PENGERTIAN SIM
Sebuah sistem informasi manajemen, atau SIM, adalah sebuah sistem informasi yang selain melakukan semua pengolahan transaksi yang perlu untuk sebuah organisasi, juga memberikan dukungan informasi dan pengolahan untuk fungsi manajemen dan pengambilan keputusannya. 


sumber:
https://pengertiandefinisi-arti.blogspot.com/2012/03/pengertian-dan-definisi-sim.html

Selasa, 25 Juni 2019

Momen Libur Lebaran

Assalamualaikum semua, kali ini aku mau membagikan cerita libur lebaranku kemarin nihh, di baca ya kawan.
Oiya filenya didownload dulu ya sebelum membaca hehe😋

Linknya : https://www14.zippyshare.com/v/QhMAKx13/file.html

Selamat membacaa.....

Rabu, 05 Juni 2019

GAYA KEPEMIMPINAN PT. WIJAYA MAKMUR SENTOSA


                 Pemimpin memegang peran penting yang dimainkan seseorang individu dalam membantu dan mengelola bawahannya, pentingnya gaya kepemimpinan di dalam suatu perusahaan dalam menangani berbagai macam bawahan sangat mempengaruhi kemajuan perusahaan tersebut.


               PT. Wijaya Makmur Sentosa merupakan sebuah perusahaan yang bergerak dibidang distributor rokok, rokok yang didistribusikan adalah brand yang terkenal di Indonesia yaitu Sampoerna. PT. Wijaya Makmur Sentosa sudah menjalankan usahanya sekitar 30 tahun, mulai dari toko kelontong, kemudian menjadi Agen, hingga sampai saat ini sudah menjadi PT sendiri. 


Penerapan gaya kepemimpinan yang di terapkan pada PT. Wijaya Makmur Sentosa:


1. Gaya Kepemimpinan Kharismatik Terdapat 5 karakteristik, yakni: 


  •  Visi dan Artikulasi Pemimpin dengan gaya ini mempunyai visi yang jelas dan mempunyai kemampuan baik untuk bisa membagikan visinya kepada para pengikutnya. 
  •  Rasio Personal Pemimpin biasanya bersedia untuk menempuh resiko personal yang tinggi dan juga bersedia untuk melakukan pengorbanan diri demi pencapaian visinya. 
  •  Peka terhadap Lingkungan Pemimpin biasanya memiliki kemampuan untuk menilai secara realistis tentang kendala-kendala yang akan dihadapi. 
  •  Kepekaan terhadap Kebutuhan Pengikut Pemimpin biasanya pengertian terhadap kemampuan orang lain dan terhadap kebutuhan mereka. 
  •  Perilaku tidak Konvensional Pemimpin terlibat dalam perilaku yang dianggap baru dan melawan norma. 

2. Gaya Kepemimpinan Transaksional Menurut Yukl, Gary (2010, p. 312) kepemimpinan transaksional adalah sebuah pertukaran imbalan-imbalan untuk mendapatkan kepatuhan. Sedangkan Robbins dan Judge mengatakan (2007, p. 387) pemimpin transaksional adalah pemimpin yang memadukan atau memotivasi pengikut mereka dalam arah tujuan yang ditegakkan dengan memperjelas peran dan tuntutan tugas. Terdapat 4 karakteristik dari pemimpin transaksional, yaitu: 


  •  Imbalan Kontingen Seperti barter, dengan menjanjikan imbalan atas kinerja yang dilakukan sesuai dengan kesepakatanyang dilakukan sebelumnya antara pemimpin dan bawahan. 
  •  Manajemen berdasar Pengecualian Aktif Pemimpin secara terus menerus melakukan pengawasan terhadap bawahannya untuk mengantisipasi adanya kesalahan. 
  •  Manajemen berdasar Pengecualian Pasif Mengintervensi apabila hanya standar tidak terpenuhi, maksudnya kritik atau perbaikan dilakukan setelah kesalahan terjadi. Pemimpin akan menunggu seluruh tugas atau pekerjaan selesai, baru akan dinilai ada kesalahan atau tidak. 
  •  Kendali Bebas (Laissez Faire) Menghindari membuat keputusan serta terlihat seperti mengabaikan tanggung jawab, karena terlalu santai. Kepemimpinan transaksional dapat disimpulkan sebagai pertukaran yang dilakukan antara pemimpin dan bawahannya. Dengan pertukaran tersebut maka karyawan mendapatkan imbalan dengan melakukan perintah dari atasan, maka tujuan pemimpin pun sekaligus dapat tercapai. Dengan adanya imbalan secara tidak langsung karyawan akan termotivasi dan terpacuh untuk AGORA Vol. 4, No. 2, (2016) 401 menyelesaikan tugasnya. Imbalan tersebut merupakan bentuk apresiasi dari pemimpin. 



3. Gaya Kepemimpinan Transformasional Kepemimpinan transformasional adalah suatu keadaan dimana para pengikut merasa adanya kepercayaan, kekaguman, kesetiaan dan hormat terhadap pemimpin tersebut. Mereka termotivasi untuk melakukan lebih dari pada awalnya yang diharapkan, Yukl, Gary (2010, p. 303). Kepemimpinan trasnformasional sebagai proses para pemimpin dan pengikut saling menaikkan diri ke tingkat moralitas dan motivasi yang lebih tinggi. Ahli lain berpendapat bahwa kepemimpinan transformasional adalaah pemimpin yang memberikan pertimbangan dan rangsangan intelektual yang diindividukan dan memiliki kharisma, Robbins dan Judge (2007, p. 387). Pemimpin transformasional memperhatikan kebutuhan pengembangan dari masing-masing pengikut, pemimpin mengubah kesadaran dari para pengikutnya dengan cara membantu mereka memandang masalah lama dengan cara baru. Pemimpin mampu membangkitkan pengikutnya agar dapat mengeluarkan upaya ekstrademi mencapai tujuan kelompok. Karakteristik dari pemimpin transformsional adalah : 


  •  Pengaruh Ideal Pengaruh yang ideal berkaitan dengan reaksi bawahan terhadap pemimpin. Pemimpin diidentifikasikan dengan dijadikan sebagai panutan, di percaya, dihormati dan mempunyai visi dan misi yang jelas menurut persepsi bawahan dapat diwujudkan 
  •  Inspirasi Pemimpin mengkomunikasikan harapan tinggi, menggambarkan maksud penting dengan cara yang mudah dipahami. Pemimpin memotivasi para karyawannya dan memberikan inspirasi 
  •  Stimulasi Intelektual Pemimpin mendorong bawahan untuk lebih kreatif, mendorong bawahannya untuk menggunakan pendekatan-pendekatan baru yang lebih rasional dalam pengambilan keputusan, serta cermat dalam menyelesaikan permasalahan 
  •  Pertimbangan Individual Memberikan perhatian pribadi kepada karyawannya, memperlakukan mereka sebagai pribadi yang utuh, mempertimbangkan kebutuhan dari bawahannya, serta melatih dan memberikan saran kepada bawahannya. 

4. Gaya Kepemimpinan Visioner Kemauan untuk menciptakan mengartikulasikan visi yang realistis, kredibel dan menarik mengenai masa depan organisasi. Visi ini jika diseleksi dan diimplementasikan secara tepat, mempunyai kekuatan besar sehingga bisa mengakibatkan kesuksesan dari sebuah organisasi yang tentunya harus ditunjang dengan ketrampilan, bakat dan sumber daya untuk mewujudkannya. Karakteristik dari gaya kepemimpinan ini, yaitu : 


  •  Visi yang Realistis Pemimpin mempunyai visi yang yang penuh perhitungan dan sesuai dengan kemampuan, sehingga gagasan yang akan diajukan bukan hanya angan-angan tetapi dapat diwujudkan. 
  •  Visi yang Kredibel Pemimpin yang mempunyai visi yang berkualitas, kapabilitas, atau kekuatan untuk menimbulkan kepercayaan. 
  •  Visi yang Menarik mengenai Masa Depan Organisasi Pemimpin mampu membangun visi yang menarik untuk organisasi atau perusahaan, sehingga karyawan pun mempunyai ketertarikan untuk menjalankan visi tersebut.

         Dari hasil penelitian yang telah dilakukan penulis, maka dapat disimpulkan bahwa gaya kepemimpinan di PT. Wijaya Makmur Sentosa ini tidak hanya menganut satu gaya kepemimpinan saja. Tetapi menganut tiga macam gaya kepemimpinan, yaitu Gaya Kepemimpinan Kharismatik, Gaya Kepemimpinan Transaksional dan Gaya Kepemimpinan Transformasional. Tetapi dari tiga macam gaya kepemimpinan ini, ada satu gaya kepemimpinan yang paling menonjol, yaitu Gaya Kepemimpinan Transaksional. PT. Wijaya Makmur Sentosa belum melakukan Gaya Kepemimpinan Visioner. 


Sumber :


https://media.neliti.com/media/publications/56671-ID-analisa-gaya-kepemimpinan-di-pt-wijaya-m.pdf


Rabu, 24 April 2019


Kasus Delegasi Wewenang Pt.XL Axiata


PT. XL Axiata mengaku tak lagi memusatkan perhatian untuk meningkatkan banyak pelanggan dan kini lebih berkonsentrasi memaksimalkan layanan yang berkualitas.


“Supaya menarik minat banyak orang, kita perlu tingkatkan kualitas, sekalipun itu harus menaikkan harga. Kalau cuma harga murah dan trafik banyak, kualitas malah sulit terjaga,” ungkap CEO XL Axiata, Dian Siswarini saat sedang berbincang dengan awak media di Graha XL.
Menurut Dian, tidak akan efisien dan berguna jika hanya mementingkan kuantitas pelanggan dan tetap mempertahankan harga murah, sebab ia meyakini, hal itu berpotensi merusak kualitas layanan.


Ia juga mengungkapkan dua macam reaksi dari para konsumen terkait kenaikan harga layanan data yang kini sudah menunjang teknologi 4G LTE.


Menurut Dian, reaksi pertama datang dari pelanggan yang mementingkan nilai tinggi (high value segment), atau mereka yang memang membutuhkan koneksi mumpuni tanpa permasalahkan harga.


“Mereka merasa baik-baik saja soal harga layanan data yang tak lagi murah. Lain halnya dengan jenis pelanggan kedua, yaitu mereka yang cost-conscious (sadar biaya),” sambung Dian.


Tipe pelanggan kedua yang ia maksud adalah mereka yang masih sanggup berkompromi dengan koneksi lambat sedikit asalkan tarifnya tetap murah.


Karenanya, Dian menuturkan, perusahaan memberdayakan brand Axis untuk para pelanggan yang masih ‘perhitungan’ antara harga dan layanan data.


Axis memang diperuntukan untuk segmen pasar kelas menengah, sedangkan layanan XL lebih melayani pelanggan yang mengkonsumsi data besar. Sebagai contoh, kebanyakan pelanggan XL konsumsi datanya sudah di atas 2GB.


“Kami akan besarkan Axis. Kami sadar tak bisa hanya menggunakan satu brand saja, karena bisa sangat luas cakupannya. Jadi Axis akan tak akan kami ‘bunuh’,” jelas Dian lagi sembari tertawa kecil.


Dahulu sebelum diakuisisi, XL dan Axis adalah dua operator seluler yang bersaing. Awalnya ketika akuisisi ini rampung, XL berniat mematikan merek Axis. Namun Dian kala itu menyampaikan bahw brand equity yang mahal dan merek Axis yang kuat membuat operator ini urung melakukannya.


Merek Axis sendiri cukup mendapatkan tempat di beberapa daerah seperti Jawa Tengah dan Jawa Timur, serta kawasan Sumatera menjadi basis pengguna Axis yang kuat. Dian menyatakan, pihak XL sampai sekarang masih harus meningkatkan brand awareness Axis di daerah yang belum terjangkau oleh layanan yang ia akuisisi senilai US$ 865 juta itu.
(tyo)


ANALISIS
Dapat disimpulkan dari berita tersebut, bahwa PT XL Axiata sebenarnya ingin mematikan merek “Axis”. Akan tetapi CEO XL Axiata, Dian Siswarini, tidak akan mematikan “Axis” dikarenakan sadar tidak bisa hanya menggunakan satu brand saja. Hal ini dilakukan agar menyanggupi pelanggan kelas menengah dengan menggunakan Axis, sedangkan layanan XL lebih melayani pelanggan yang mengkonsumsi data besar.Olehkarena itu diambil sebuah keputusan untuk tidak mematikan Axis dan meningkatkan layanan Axis.



Jadi, keputusan yang telah diambil oleh CEO XL Axiata merupakan tipe keputusan terprogram dengan pengambilan keputuasan tingkat strategis karena didalam pengambilan keputusan memalui prosedur penanganan yang baku, dan pengambilan keputusan sesuai dengan golongan masyarakat yang nantinya akan menggunakan kartu perdana sesuai dengan keadaan baik menengah maupun kebawah. Dan Gaya pengambilan keputusan pun CEO memperoleh informasi yang diperlukan dari para bawahan dan menetapkan keputusan yang dipandang relevan

Selasa, 02 April 2019





MENGKLASIFIKASIKAN KEGIATAN-KEGIATAN DALAM ORGANISASI YANG MASUK DALAM RUANG LINGKUP ORGANISASI & METODE
PT. SIDOMUNCUL Tbk.













Beberapa Keterangan dari Bagan Struktur Organisasi:.



A. Dewan Komisaris Dewan Komisaris melakukan pengawasan atas kebijakan pengurus, baik Perseroan maupun usaha Perseroan dan memberi nasihat kepada Direksi.

B. Direksi Direksi bertanggung jawab penuh dalam melaksanakan tugasnya untuk kepentingan Perseroan dalam mencapai maksud dan tujuannya. Setiap anggota Direksi wajib dengan itikad baik dan penuh tanggung jawab dalam menjalankan tugasnya dengan mengindahkan peraturan perundang-undangan yang berlaku dan Anggaran dasar Perseroan.

C. Direktur Utama Tugas dari Direktur Utama yaitu mengkoordinasi semua kegiatan yang berhubungan dengan ketenagakerjaan dan membuat peraturan bagi karyawan.

D. Komite Audit Komite Audit bertugas dan bertanggung jawab untuk:
Memberikan pendapat kepada Dewan Komisaris mengenai laporan atau hal-hal yang disampaikan oleh Direksi kepada Dewan Komisaris dan mengidentifikasi hal-hal yang memerlukan perhatian Komisaris.


E. Direktur Keuangan Tugasnya yaitu mengkoordinasi semua kegiatan keuangan, merencanakan anggaran perusahaan, membuat draf gaji dan menentukan kebijakan pengeluaran dan pemasukan perusahaan.

F. Manajer Produksi Manajer Produksi bertugas untuk membuat rencana produksi sesuai dengan target pemasaran. Bekerjasama dengan Laboratorium dalam pelaksanaan proses produksi.

G. Manajer R & D Tugasnya yaitu melakukan penelitian dan pengembangan produk baru, mengawasi pelaksanaan teknis dan kualitas produksi, menetapkan standar bahan baku dan produk jadi, serta membuat laporan internal produksi.

H. Manajer Keuangan Mengkoordinasi semua kegiatan dibagian keuangan, termasuk didalamnya membuat anggaran, diposisi transaksi keuangan, membuat laporan realisasi anggaran gaji, serta membuat laporan secara berkala untuk mengetahui perkembangan usaha yang dijalankan.

J. Manajer Akuntansi Tugasnya yaitu membuat laporan secara berkala untuk mengetahui perkembangan usaha yang dijalankan, membantu kepala bagian administrasi dalam membuat pembukuan baik dalam pembuatan faktur-faktur pembelian dan pemasaran barang dari perusahaan lain.

Selasa, 25 Desember 2018

CONTOH KASUS PADA PERUSAHAAN OJEK ONLINE


CONTOH KASUS PADA PERUSAHAAN OJEK ONLINE


BAB I
PENDAHULUAN
Meningkatnya kegiatan transaksi melalui elektronik mengakibatkan perlu adanya suatu pengendalian agar dapat mencapai tujuan yang diharapkan serta meminimalisir risiko yang mungkin timbul. Salah satu pengendalian yang dapat dilakukan untuk mengawasi kegiatan transaksi melalui elektronik adalah melalui pengendalian manajemen. Pengendalian manajemen memiliki ruang lingkup yang luas yang dapat dijadikan sebagai pedoman bagi pelaksanaan pengendalian bagi transaksi elektronik. Ruang lingkup pengendalian manajemen diantaranya:
1.      Pengendalian  Top Manajemen
2.      Pengendalian Manajemen Pengembangan Sistem
3.      Pengendalian Manajemen Sumber Data
4.      Pengendalian Manajemen Keamanan
5.      Pengendalian  Operasional
Berdasarkan uraian di atas maka kami akan membahas mengenai pengendalian manajemen dengan study kasus pada Go-Jek, dimana Go-Jek melakukan suspend terhadap 7.000 driver yang terbukti melakukan order fiktif.


BAB II
PEMBAHASAN

A.      Kerangkan Kerja Pengendalian Manajemen
Pengendalian Manajemen adalah semua usaha untuk menjamin bahwa sumber daya perusahaan digunakan secara efektif dan efisien untuk mencapai tujuan perusahaan. Pengendalian manajemen memiliki beberapa ruang lingkup diantaranya:
1.      Pengendalian top management adalah sistem pengendalian intern yang ada pada suatu organisasi yang mendorong keterlibatan, kepedulian dan tanggungjawab pimpinan atas organisasi terhadap kegiatan teknologi pada organisasi tersebut. Top Management  bertanggung jawab  untuk membuat master-plan  sistem informasi, meliputi rencana jangka panjang & jangka pendek. Penyusunan rencana  meliputi  3 hal :
ï        Mengetahui  kesempatan dan masalah  yang dihadapi organisasi  sehingga teknologi informasi  dan  sistem informasi dapat digunakan secara efektif
ï        Mengindentifikasi  sumber daya yang diperlukan  untuk menyediakan teknologi  dan sistem informasi yang di perlukan.
ï        Membuat strategi dan taktik yang diperlukan untuk  memperoleh  sumber  daya tersebut.

2.
      Pengendalian  Manajemen  Pengembangan Sistem
Pengendalian, pengembangan  dan pemeliharaan sistem   diperlukan untuk mencegah  dan mendeteksi  kemungkinan kesalahan  pada waktu pengembangan dan pemeliharaan sistem, serta untuk menperoleh keyakinan memadai bahwa sistem berbasis  teknologi informasi  dikembangkan dan dipelihara  dengan cara efesien dan melalui proses otorisasi dengan semestinya.
3.      Pengendalian  Manajemen Sumber Data
Di dalam suatu sistem berbasis teknologi informasi, pengendalian  sumber data  yang baik adalah :
ï        User  harus dapat  berbagi data
ï        Data harus tersedia  digunakan kapan saja, dimana pun, dan dalam bentuk apa pun.
ï        Sistem  manajemen data  harus menjamin adanya  sistem penyimpanan  yang efisien  tidak terjadi  redundancy data , adanya data  security.
ï        Data harus dapat di modifikasi dengan  mudah.
4.      Pengendalian Manajemen Operasi
Pengendalian manajemen operasi merupakan jenis pengendalian internal yang didesain untuk pengelolaan sumberdaya dan operasi TI pada suatu organisasi. Pengendalian manajemen disusun dengan tujuan untuk menciptakan kerangka kerja organisasi, pendayagunaan sumber daya informasi, dan pembagian tugas yang bai bagi suatu organisasi yang menggunakan sistem berbasis teknologi informasi.
5.      Pengendalian Manajemen Keamanan
Pengendalian internal terhadap manajemen keamanan dimaksudkan untuk menjamin agar aset sistem informasi tetap aman. Aset sumber daya informasi mencakup fisik (perangkat mesin dan fasilitas penunjangnya) serta aset tak berwujud (non fisik, misalnya data/informasi, dan program aplikasi komputer)
B.       Kasus: Pemecatan 7000 Karyawan  Go-Jek
1.         Sejarah Go-Jek
GO-JEK merupakan sebuah perusahaan teknologi asal Indonesia yang melayani angkutan melalui jasa ojek. Perusahaan ini didirikan pada tahun 2010 di Jakarta oleh Nadiem Makarim
Tujuan Nadiem Makarim mendirikan GO-JEK adalah untuk meningkatkan kesejahteraan pekerja di berbagai sektor informal di Indonesia. GO-JEK telah bermitra dengan sekitar 200.000 pengendara ojek yang berpengalaman dan terpercaya di Indonesia, untuk menyediakan berbagai macam layanan, termasuk transportasi dan pesan antar makanan. Kegiatan GO-JEK bertumpu pada tiga nilai pokok: kecepatan, inovasi, dan dampak sosial. Para Driver GO-JEK mengatakan bahwa pendapatan mereka meningkat semenjak bergabung sebagai mitra, mereka juga mendapatkan santunan kesehatan dan kecelakaan, serta mendapat akses ke lebih banyak pelanggan melalui aplikasi GO-JEK.
GO-JEK telah resmi beroperasi di 10 kota besar di Indonesia, termasuk Jakarta, Bandung, Bali, Surabaya, Makassar, Yogyakarta, Medan, Semarang, Palembang, dan Balikpapan dengan rencana pengembangan di kota-kota lainnya pada tahun mendatang.
2.      Cara Melamar Menjadi Mitra Go-Jek
ï         Syarat Daftar Go-Jek
Syarat yang harus dipenuhi bagi calon pelamar pekerjaan menjadi mitra Go-Jek adalah harus menyiapkan dokumen-dokumen yang dibutuhkan iantaranya: fotokopi KTP, SIM C, STNK, KK; surat keterangan domisili apabila KTP dan tempat tinggal berbeda; jaminan asli bpkb/ ijazah terakhir/ KK/ Akte Lahir/ Buku Nikah; usia maksimal 55 tahun; pendidikan terakhir SMP; serta saat akan mengikuti seleksi diharapkan membawa motor dan memakai sepatu.
ï         Cara Daftar Go-Jek
Terdapat beberapa cara agar bisa menjadi mitra Go-Jek yaitu:
a.       Mendaftar go-jek saat ada pembukaan lowongan driver go-jek
b.      Cara Melamar Go-Jek Lewat e-mail Go-Jek
3.      Sistem Pembayaran Go-Jek
a.     Sistem bagi hasil
Go-Jek menerapkan sistem bagi hasil 80:20. Artinya, 80 persen buat driver, sedangkan pengelola Go-Jek mendapat jatah 20 persen saja. Seandainya dapat order dengan tarif Rp 100 ribu, berarti Rp 80.000 masuk kantong driver. Pengusaha Go-Jek hanya mendapatkan Rp 20.000. Meski terdapat sistem bagi hasil, umumnya pelanggan Go-Jek lebih banyak daripada pengojek pangkalan. Dikarenakan pengemudi Go-Jek bisa selalu memantau layar hp untuk mencari pelanggan yang lagi ingin order. Pelanggan dari Go-Jek ini bisa lebih banyak dari pelanggan ojek pada tukang ojek pangkalan.
b.     Asuransi gratis 
Pegawai Go-Jek tidak perlu khawatir apabila mengalami kecelakaan, dikaenakan Go-Jek telah memberikan asuransi dan driver Go-Jek juga tidak perlu membayar premi sendiri.
c.      Bonus buat yang rajin
GoJek menerapkan pemberian bonus bagi driver  yang rajin mencari order. Setiap kali berhasil melaksanakan 5 order, driver Go-Jek akan diberikan  tambahan uang Rp 50.000. Kalau semisal 10 order yang didapatkan, berarti driver mendapatkan tambahan uang sebesar Rp 100.000.
d.     Bisa dijadikan alternatif tambahan pekerjaan
Driver GoJek sifatnya freelance atau tidak terikat kontrak. Jadi, bisa saja karyawan Go-Jek hanya mengambil order disaat malam hari dan weekend. Sementara untuk jam pagi-siang bekerja di kantor.
e.      Buka peluang investasi
Dengan bertambahnya penghasilan lewat Go-Jek, otomatis memiliki uang lebih dari yang biasanya digunakan dalam sebulan. Jadi uang tersebut bisa saja dijadikan suatu peluang investasi meskipun hanya sekedar berada did dalam tabungan.
4.      Kasus Pemecatan 7000 karyawan Go-Jek
Merambahnya bisnis ojek berbasis online Go-Jek yang sangat menjanjikan membuat ribuan orang akhirnya memutuskan untuk beralih profesi atau hanya melakukannya sebagai pekerjaan sampingan sebagai pengendara ojek untuk mendapatkan pendapatan. Semakin maraknya pengendara ojek online tentunya juga membuat persaingan antar pengendara jasa ojek online itu sendiri. Alhasil tak sedikit di antara mereka yang melakukan kecurangan demi mendapatkan penumpang dengan membuat orderan palsu atau melakukan order fiktif.
Orderan fiktif tersebut dijalankan dengan menggunakan dua perangkat ponsel berbeda yang dimiliki oleh sang pengendara Go-Jek. Ponsel pertama yang merupakan milik pribadi digunakan untuk membuat pesanan. Kemudian ponsel kedua yang diberikan oleh perusahaan digunakan untuk menerima pesanan tersebut. Setelah pesanan dibuat dan diambil, lantas pengendara bertindak seolah-olah mengantar sang pemesan, padahal sebenarnya tidak ada yang memesan alias hanya pengendara yang mengendarai motornya sendiri. Ojek tersebut berlaku seolah-olah mengantar pelanggan sesuai dengan order fiktif yang telah dilakukannya tadi.
Bos Go-Jek Nadiem Makarim mengatakan, ada sejumlah pengemudi Go-Jek seringkali melakukan order fiktif. Mereka membuat pesanan melalui aplikasi Go-Jek dengan akun palsu. "Order itu seolah-olah ada, padahal mereka tidak mengambil order secara nyata, namun menerima pendapatan jutaan per bulan," katanya saat dihubungi JawaPos.com, Rabu (2/12). Dia menjelaskan, hal ini terungkap setelah pihaknya menerima banyak komplain dari pengemudi Gojek lainnya. "Para Driver Gojek yang jujur ini sangat kecewa dan bingung kenapa driver nakal tersebut tidak ditindak oleh perusahaan," terangnya.
Hingga akhirnya pihak Go-Jek telah melakukan suspend Go-Jek secara masal kepada lebih dari 7.000 driver Go-Jek secara nasional. Pihak-pihak yang terkena suspend Go-Jek masal ini adalah driver-driver yang telah terbukti membuat order fiktif. Pihak Go-Jek telah melakukan pengamatan cukup lama dan memiliki bukti-bukti yang kuat terhadap setiap individu.
5.      Solusi permasalahan Go-Jek
Berdasarkan kasus diatas beberapa solusi yang dapat dilakukan oleh Go jek dari diskusi yang kami lakukan adalah :
Aplikasi yang digunakan oleh konsumen, pengemudi , maupun perusahaan Go jek harus lebih ditingkatkan terutama bidang  keamanan
ï         Peningkatan pelayanan Custemer Servic untuk mengontrol keluahan baik drai konsumen maupun driver Go Jek
ï         Perusahaan Go jek sebaiknya dalam melakukan open recruitment kepegawaian diadakan suatu tes  kualifikasi untuk menyaring calon driver go jek
ï         Sebaiknya perusahaan Go jek perlu membuat departemen lini baru yaitu departemen keamanan yang bertugas sebagai pengawas lapangan untuk mengendalikan kecurangan-kecurangan yang ada
ï         Perusahaan perlu memberikan tindakan yang tegas baik kepada pegawai maupun driver yang melakukan kecurangan bisa dengan denda , surat peringatan, maupun pemecatan.


BAB III
PENUTUP
Kesimpulan
Merambahnya bisnis ojek berbasis online Go-Jek yang sangat menjanjikan membuat ribuan orang akhirnya memutuskan untuk beralih profesi atau hanya melakukannya sebagai pekerjaan sampingan sebagai pengendara ojek untuk mendapatkan pendapatan. Semakin maraknya pengendara ojek online tentunya juga membuat persaingan antar pengendara jasa ojek online itu sendiri. Alhasil tak sedikit di antara mereka yang melakukan kecurangan demi mendapatkan penumpang dengan membuat orderan palsu atau melakukan order fiktif.
Setiap perusahaan yang bergerak dibidang jasa pelayanan antar seperti halnya Go jek, OK jek dan sebagainya perlu melakukan sistem pengendalian manajemen dan sistem pengendalian internal sejak dini agar kecenderungan kecurangan dapat dicegah dan  diminimalisir.
Untuk mengatasi akan adanya kasus fraud yang dilakukan oleh para pegawai maupun driver Go jek perusahaan maka perlu adanaya penegndalian internal yang baik dengan menerapkan sistem verifikasi independen internal yang dilakukan secara berkala oleh pihak komite auditor internal.
Pengendalian yang dilakukan harus meliputi :
1.      Sistem kerja perusahaan dengan peraturan undang-undang yang ada
2.      Sistem informasi yang digunakan oleh perusahaan
3.      Sistem pengajian dan pemberian bonus